- Saturday, 20 December 2014

I Lost My...

I lost my faith..

Kehilangan terbesar dalam hidup yang terasa amat besar penyesalannya ialah kehilangan keimanan. Bagi mereka yang sedang belajar untuk menjadi seorang yang percaya Agama adalah segalanya, menoleh kebelakang adalah sebuah penyesalan. Realita, seorang murid sangat sukar untuk istiqomah menatap kedepan, yang saya ibaratkan sebuah jalan kebenaran (nur, -cahaya-). Saya tidak mengambil contoh orang di jauh sana, karena saya sendiripun yang mengalaminya.

Berulang kali saya membelot ke belakang (darkness, -kegelapan-) hanya untuk suatu hal yang sia-sia dan tak berguna. Ibarat hubungan asmara dua sejoli, mungkin sudah dari beberapa saat seusai baligh saya sudah diputusin sama Alloh -Tuhan semesta alam-. Hhmmm.

Beruntung bagi manusia, Dia ialah sebaik baik pengasih dan penyayang. Meski berulang kali kita menghianati, berulang kali kita ingkar janji, berulang kali pula kita lalai dan menyakitiNya. Bukan amarah dan sumpah serapah, namun limpahan rahmah dan kasih sayang yang selalu Ia berikan. Dialah sebaik – baik kekasih, sebaik baiknya penjaga hubungan, sebaik – baiknya dari segala hal yang baik.

Ikrar syahadat yang berulang kali aku ucapkan dalam keadaan berkhidmat maupun sesaat setelah berbuat maksiat senantiasa ia balas dengan pintu taubat. Ia senantiasa berbagi rahmat sampai suatu saat mentari terbit di ufuk barat. Semoga engkau selalu merahmati kami dan sekeluarga.

Ya Allah, sebaik – baiknya penerima taubat, Terimalah taubat kami atas dosa yang kesekian kalinya. Semoga dari sekian amal kebaikan dan keburukan yang telah kami perbuat, engkau berkenan mematikan kami ketika iman berada di ujung gunung, bukan sebaliknya, di lembah kenistaan, naudzubillah.

-Jum’at, 19 Desember 2014, pukul 11.04, Kota Semarang-


Astaghfirullah.. 

No comments:

Post a Comment